Sebanyak 46 anak menerima Sakramen Ekaristi Pertama dalam Perayaan Misa Komuni Pertama yang digelar di Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan, Minggu, 7 Juni 2026.




Ke-46 anak tersebut berasal dari tiga wilayah. Rinciannya, 7 anak dari Wilayah Payak, 13 anak dari Wilayah Prambanan, dan 26 anak dari Wilayah Macanan. Selama 6 bulan mereka mengikuti pendampingan rutin setiap minggu dan menyelesaikan tugas dari para katekis.




“Berdasarkan evaluasi para katekis, anak-anak ini sudah layak dan pantas menerima komuni. Untuk itu kami mohon dengan hormat kepada Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto berkenan menerimakan Hosti kepada anak-anak kami,” ujar perwakilan orang tua saat penyerahan.

Dalam pengantar Misa, Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto berharap perayaan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni liturgi.

“Semoga 46 anak yang kita antar sungguh-sungguh menjadi warga gereja yang semakin bersatu dengan gerejanya, semakin bersatu dengan umat Katolik di tempat mereka berada. Maka perayaan hari ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melibatkan anak-anak yang sudah menerima Komuni Pertama dalam setiap acara gereja,” kata Romo Yuyun, sapaan akrabnya.




Dalam homili, Romo Yuyun menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang setia mengantar anak-anak belajar setiap minggu di gereja atau kapel.



“Kepenuhan kita sebagai orang beriman adalah ketika kita boleh menerima komuni pertama, membiarkan Tuhan datang dan tinggal dalam diri kita. Kemuliaan hidup orang Kristen bukan karena gajinya besar, tapi karena boleh menerima Tuhan dalam diri kita,” ujarnya.


Romo Yuyun juga mengajak umat untuk sering menerima Ekaristi. “Komuni itu menyatukan kita dengan Tuhan. Maka setelah komuni, pamali kalau kita masih bermusuhan. Kita harus seperti Tuhan: cinta kepada semua orang dan tidak menyimpan dendam. Komuni membuat kita semakin rukun dengan Tuhan dan sesama,” tegasnya.


Misa Komuni Pertama ini menjadi momen sukacita bagi seluruh umat Paroki Macanan, sekaligus peneguhan bagi 46 anak untuk semakin aktif sebagai anggota penuh Gereja Katolik.
Clementine Roesiani