Tim Pelayanan Pendampingan Iman Remaja (PIR) Gereja Tyas Dalem Gusti Yesus menggelar pertemuan dengan mengangkat tema "Tuhan Memberiku Talenta" pada Minggu, 26 April 2026, pukul 10.00 bertempat di depan ruang Sangkristi. Sebanyak 13 peserta anak remaja mengikuti acara ini.

Pertemuan ini mengajak peserta untuk menyadari keunikan diri serta potensi yang telah dianugerahkan Tuhan kepada setiap pribadi. Melalui sharing dan kegiatan interaktif, peserta diajak menggali dan mengembangkan talenta sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan.

Koordinator Tim Pelayanan PIR, Maria Charisa Devina Setiawati mengajak peserta saling bercerita satu sama lain dengan kelompoknya (pasangannya). Bercerita tentang diri sendiri dan teman pasangannya akan menulis tentang temannya melalui huruf-huruf nama pasangannya.

Sementara kakak pendamping PIR yang lain, Claudia Osa Nur Setyaning Tyas memberi permainan dengan kertas origami yang boleh ditulis atau digambar dan plastisin yang terserah hendak dibentuk apa saja oleh peserta.

Claudia Osa juga membagikan film pendek dari youtube yang berjudul Motivasi Melejitkan Potensi Diri Inspirasi Film Facing The Giant. Film ini mengangkat kisah penuh makna tentang kepercayaan dan pengembangan talenta. Video ini mengisahkan seorang kapten tim yang merasa pesimis saat ditanya oleh pelatihnya. Mereka ini akan bertanding melawan tim yang jauh lebih unggul. Rasa tidak percaya diri menyelimuti anggota tim, bahkan pelatih terancam dipecat jika kalah.

Di tengah situasi ini, sang pelatih memberi latihan unik: ia meminta para pemain menutup mata dan berjalan beberapa langkah. Yang terjadi, mereka tanpa sadar justru berjalan lebih dari 20 langkah.

"Cerita ini kalau ditarik ke hidup kita, sering kita merasa tak mampu. Padahal Tuhan memberi lebih. Kita mikir cuma kuat 2 langkah, tapi Tuhan mampukan kita jadi 20 langkah, "tutur Claudia Osa.

"Ada 2 hal penting dari film pendek ini ini. Yang pertama, Tuhan sudah menyiapkan talenta buat kita berbeda, tapi semua spesial. Yang kedua, mau dikembangkan atau tidak, itu kembali ke diri kita. Tapi kuncinya: libatkan Tuhan di setiap prosesnya."

Di sesi terakhir, peserta diminta menulis refleksi: Bagaimana perasaan peserta pertemuan PIR saat ini, talenta apa yang Tuhan sembunyikan yang belum digali dan dikembangkan, serta adakah saran untuk mengembangkan talenta tersebut.

Fim pendek itu menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki potensi istimewa. Tinggal bagaimana kita merespon dan melibatkan Tuhan untuk melejitkannya.
Clementine Roesiani