Lingkungan St. Mikhael Srimartani menggelar Misa pada Senin, 8 Juni 2026, dengan mengusung tema “Dalam Kebersamaan Membangun Iman dan Menyejahterakan”. Tema tersebut mengacu pada sabda Yesus, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka (Matius 18:20)"


Dalam homilinya, Romo Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan, Romo Agustinus Tejo Kusumantono, mengajak umat untuk semakin peka dalam menentukan sikap pada peristiwa keseharian. Menurutnya, pilihan-pilihan hidup yang tepat justru akan mendekatkan umat pada Tuhan.

“Pertolongan dari Tuhan akan semakin nyata dan akan kita dengarkan bersama dalam bacaan pertama. Sukacita, kegembiraan, kebersamaan, sikap saling memaafkan, saling mendukung, itulah yang kita syukuri bersama sebagai paguyuban umat di Lingkungan St. Mikhael Srimartani ini,” ujarnya.



Romo Tejo juga menjelaskan penggunaan dana APP. Dana tersebut dialokasikan ke bidang: kesejahteraan, keberimanan dan motivasi, serta bidang lain-lain. Bidang kesejahteraan meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Bidang keberimanan dan motivasi menyasar kaum muda parokial, kaum muda kategorial, serta motivasi siswa dan mahasiswa.



“Sedangkan bidang lain-lain mencakup pemberdayaan ekonomi seperti UMKM, emergency kemanusiaan seperti bencana alam, tanah longsor, gempa, kebakaran, dan kebutuhan taktis. Misalnya jika Romo Vikep mendapat informasi ada umat atau kelompok masyarakat yang perlu dibantu dalam perjalanan, maka dana ini dapat digunakan,” jelasnya.


Untuk pendidikan, prioritas diberikan kepada TK B, kelas 6 SD, kelas 3 SMP, kelas 2 SMA, tugas akhir atau skripsi mahasiswa, serta bea guru. Pagu maksimal yang ditetapkan kevikepan adalah Rp1.500 untuk SD, Rp2.500 untuk SMP, Rp3.000 untuk SMA, Rp2.000 untuk mahasiswa, dan Rp200 untuk guru. Di tingkat paroki, besaran bantuan lebih rendah karena dana APP yang dikelola hanya 25 persen dari kotak APP dan kolekte Minggu Palma.


“Terima kasih. Dengan berbagai cara kita bersama-sama berusaha taat asas dengan pedoman dari Keuskupan Agung Semarang,” tambah Romo Tejo.


Romo juga mengapresiasi ketaatan dan loyalitas umat kepada Keuskupan Agung Semarang. Selain itu, Romo Tejo menyampaikan terima kasih atas kebersamaan umat dalam berbagai kegiatan seperti caos dhahar dan tugas koor.


“Dengan pengorbanan yang luar biasa demi cinta kita kepada paroki dan kepada Allah,” katanya.



Ketua Lingkungan St. Mikhael Srimartani, Antonius Rahmad Bintoro, mengatakan periode kepengurusan saat ini memiliki cita-cita membangun kebersamaan yang menguatkan iman dan meningkatkan kesejahteraan umat.

“Bagaimana kami berusaha menjadi suatu kebersamaan. Salah satunya kami berusaha memiliki Mars St. Mikhael. Kemudian membangun iman yang membahagiakan,” ujarnya.
Clementine Roesiani