Seminggu setelah menerima komuni pertama, puluhan anak mengikuti mistagogi di Gereja Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan, Minggu pagi 14 Juni 2026. Dipandu oleh dua frater: Frater Stefanus Raka P. Pratama, OFM dan Frater Erwinardus G. Beto, OFM. Acara mistagogi ini mengajak anak masuk ke dalam misteri Ekaristi yang telah mereka terima, dengan benang merah "Meneladani St. Fransiskus, menghidupi Ekaristi, dan membangun gereja Macanan". Para frater mengajak anak-anak menyadari bahwa komuni pertama seminggu yang lalu adalah awal perutusan, bukan akhir perjalanan iman.


Frater Stefanus Raka membuka sesi dengan mengisahkan perjalanan St. Fransiskus dari Assisi yang mengajarkan perjalanan iman menjadi sahabat Yesus, memahami rahasia Ekaristi dan asyiknya melayani di gereja. Dan dari Giovanni si anak kaya yang meninggalkan harta demi menjadi sahabat kaum miskin, anak-anak diajak meneladani 3 semangat utama Fransiskan: menjadi pembawa damai, peduli pada yang lemah, dan menjaga alam ciptaan Tuhan.



"Pesan Yesus di San Damiano ‘Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku!" itu bukan soal bangunan tembok. Tapi soal memperbaiki cara kita mengasihi sesama setiap hari,” jelas Frater Stefanus Raka.



Frater Erwinardus G. Beto kemudian mendalami makna Ekaristi yang baru saja diterima anak-anak. Ia menegaskan perbedaan roti biasa dengan Roti Hidup. “Kalau roti biasa hanya mengenyangkan perut sebentar, Ekaristi mengenyangkan jiwa dan memberi hidup kekal. Yesus sungguh hadir dan memeluk hati kalian,” ujarnya.

Frater Erwinardus juga memperkenalkan “Siklus Rahmat Ekaristi”: Menerima, Dipersatukan, Berbuah, Diutus, dan Disertai sesuai janji Tuhan dalam Matius 28:20. Anak-anak diajak melihat komuni bukan sebagai tradisi, tapi sumber kekuatan untuk berbuat baik.

Acara ditutup dengan ajakan konkret dari kedua frater agar anak-anak jadi “terang Kristus” di rumah, sekolah, dan lingkungan. Hormat pada orang tua, rajin belajar, berteman tanpa membeda-bedakan, buang sampah pada tempatnya, dan sayangi hewan disebut sebagai bentuk pewartaan harian.

Untuk keterlibatan di Gereja Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan, anak-anak diharap ambil bagian dari 3 pilihan pelayanan: Misdinar/Putra-Putri Altar, BIA/PIR, atau Doa Lingkungan bersama orang tua. Konsep “Rantai Terang Kristus” - dari Teladan, mendapat Kekuatan dari Ekaristi, lalu bergerak dalam Tindakan - menjadi pesan penutup.

"Ekaristi yang kalian terima seminggu lalu itu garis start. Sekarang pergilah dari Gereja Macanan ini, kalian diutus menjadi tanda kehadiran Kristus,” pesan Frater Stefanus Raka dan Frater Erwinardus G. Beto menutup mistagogi.
Clementine Roesiani