Sepuluh anak PIA dan PIR dari Wilayah 2 Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus menghadiri acara Open House yang diselenggarakan oleh Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan - Magelang, Minggu, 19 April 2026.

Acara open house ini merupakan acara tahunan Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan dalam rangka memperingati pesta nama St. Petrus Canisius setiap tanggal 27 April. Petrus Canisius menaruh perhatian besar pada pendidikan calon-calon imam dan mendirikan seminari-seminari.


Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, yang populer dikenal dengan nama Seminari Mertoyudan, adalah sebuah rumah formatio para calon imam. Ini adalah tempat pendidikan dan pembentukan diri para calon imam yang didirikan sejak tahun 1912 di Muntilan oleh Romo Van Lith SJ dan Romo Mertens SJ dengan nama pelindung Santo Petrus Canisius.


Di seminari tidak hanya dikembangkan aspek kognitif tapi juga aspek afektif, bagaimana nilai-nilai menghargai orang lain dan nilai kedisiplinan. Ada pelajaran khusus yang diterima oleh calon imam, yaitu pelajaran Kitab Suci dan bahasa Latin. Tidak mungkin menjadi imam jika tidak pernah belajar Kitab Suci. Salah satu pendidikan yang integral adalah mengembangkan humaniora. Untuk mengembangkan humaniora, seminaris dilatih untuk bisa mengolah rasa keindahan melalui musik.

Seusai mengikuti open house, PIA dan PIR bersama para pendampingnya ziarah ke Gua Maria Tuk ing Katentreman, yang letaknya di Ngargomulyo, Kec. Dukun, Kabupaten Magelang. Tidak begitu jauh dari Seminari Menengah Mertoyudan.




Anak-anak diajak berdoa di hadapan patung Bunda Maria. Berdoa secara pribadi, memanjatkan permohonan, atau melakukan devosi khusus seperti doa Rosario.
Clementine Roesiani