Berita
Rawat Toleransi, Gereja St. Lukas Prambanan dan Warga Gempol Gotong Royong Cat Gapura
Semangat gotong royong dan kerukunan antarumat beragama tampak nyata dalam kegiatan bakti sosial pengecatan ulang Gapura Dukuh Gempol pada Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan umat Katolik Gereja St. Lukas Prambanan bersama warga serta pengurus RT dan RW 02 Dukuh Gempol.
Gapura yang menjadi penanda batas wilayah sekaligus berada di dekat kompleks Gereja St. Lukas menjadi titik perjumpaan yang mempererat hubungan antara umat gereja dan masyarakat sekitar. Dalam kegiatan ini, pihak gereja menyediakan bantuan material berupa cat dan perlengkapan pengecatan, sementara warga dan umat bersama-sama mengerjakan pengecatan secara gotong royong. Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan selama dua hari tersebut. Melalui semangat kebersamaan, warga dan umat tidak hanya memperbarui tampilan gapura agar terlihat lebih bersih, rapi, dan segar, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan yang telah terjalin.

"Warga Gempol bekerjasama mengecat gapura"
Bagi Gereja St. Lukas Prambanan dan warga Dukuh Gempol, kegiatan pengecatan gapura bukan sekadar upaya memperindah lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan menciptakan ruang perjumpaan yang terbuka di tengah keberagaman masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa kerukunan dapat dirawat melalui tindakan sederhana yang dilakukan bersama-sama. Semangat saling menyapa, bekerja berdampingan, dan membantu satu sama lain menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Di tengah tantangan menjaga toleransi di berbagai lingkungan, kebersamaan antara umat Katolik Gereja St. Lukas dan warga Dukuh Gempol menjadi contoh bahwa persaudaraan dapat tumbuh melalui kepedulian dan kerja nyata.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengurus RT, RW 02, dan warga Dukuh Gempol. Mereka mengapresiasi bantuan perlengkapan pengecatan dari pihak gereja sekaligus menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kerukunan antara umat Katolik dan masyarakat sekitar.“Ini adalah kegiatan yang luar biasa. Bisa berkegiatan bersama mencerminkan kerukunan yang nyata antara warga dan umat Katolik. Di saat daerah lain diterpa isu intoleransi, Dukuh Gempol dan umat St. Lukas tetap solid menjaga kerukunan,” ungkap Ag. Didik Nugroho.
Apresiasi tersebut tidak berhenti pada ucapan terima kasih. Warga RW 02 Dukuh Gempol juga menyampaikan kesediaan untuk membantu apabila Gereja St. Lukas membutuhkan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan pada masa mendatang. Pernyataan ini mencerminkan semangat saling mendukung dan kepedulian yang tumbuh di antara kedua pihak.

"Pengecatan Gapura Dukuh Gempol"

"Wajah baru gapura Dukuh Gempol"
Bakti sosial pengecatan Gapura Dukuh Gempol menjadi pengingat bahwa kerukunan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Tindakan sederhana, seperti merawat fasilitas lingkungan secara bersama-sama, dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kepercayaan dan membangun hubungan yang lebih dekat. Gereja St. Lukas Prambanan bersama warga Dukuh Gempol berharap semangat gotong royong dan persaudaraan ini dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan berikutnya. Dengan menjaga komunikasi, menumbuhkan kepedulian, dan membuka ruang kerja sama, kehidupan yang rukun dan harmonis dapat terus dirawat.
Pada akhirnya, gapura yang kini tampak lebih segar bukan hanya menjadi penanda wilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga dan umat yang berkomitmen menjaga kerukunan di Dukuh Gempol, Prambanan.
Ditulis Yohanes Bhakti